Entri Populer

Minggu, 10 Oktober 2010

3 kemungkinan terkabulnya doa

Sudah bertahun-tahun, si Muhammad selalu memanjatkan do’a. Tak kunjung pula dikabulkan. Lama-kelamaan ia pun lantas berputus asa.
Mungkin ada satu pelajaran yang si Muhammad belum mengetahuinya termasuk pula kita. Perlu dibedakan bahwa setiap do’a yang kita panjatkan—jika memang terpenuhi syarat-syaratnya—niscaya diijabahi. Namun belum tentu yang kita minta bisa persis seperti itu. Boleh jadi Allah beri yang lebih baik. Boleh jadi Allah alihkan ke pilihan lain karena siapa tahu yang kita minta bisa mencelakakan diri kita. Barangkali pula Allah berikan persis sesuai dengan apa yang kita minta. Ini semua tergantung pada hikmah Allah Ta’ala.

Contoh gampangnya seperti seorang dokter. Ia mendapati pasien yang sakit dan ingin diobati. Si pasien mengeluhkan penyakitnya seperti ini dan seperti ini. Lantas dokter pun memberikan ia resep obat. Boleh jadi yang ia beri adalah yang persis yang diminta oleh si pasien. Boleh jadi pula dokter beri resep yang lebih baik, lebih dari yang si pasien kira. Boleh jadi pula si dokter memberi resep obat yang lain, tidak seperti yang si pasien minta, namun dokter tersebut tahu mana yang terbaik. Demikianlah permisalan terkabulnya do’a.
Dalam sebuah hadits disebutkan,
« ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do'a-do'a kalian.” (HR. Ahmad 3/18, dari Abu Sa'id; derajat hasan)

Ingatlah bahwa Allah Ta’ala memang Maha Mengijabahi setiap do’a. Allah Ta’ala berfirman,
ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al Mu'min: 60). Boleh jadi Allah mengabulkan do’a tersebut sebagaimana yang diminta. Boleh jadi Allah ganti dengan yang lebih baik. Boleh jadi pula Allah ganti dengan yang lain karena yang kita minta barangkali tidak baik untuk kita.
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu.” (QS. Al Baqarah: 216)

Jika setiap orang memahami hal ini, maka tentu ia akan terus banyak berdo’a dan banyak memohon pada Allah. Karena setiap do’a yang dipanjatkan pasti bermanfaat. Segala sesuatu yang Allah karuniakan, itulah yang terbaik.
Janganlah berputus asa! Don’t give up!
Semoga sajian singkat ini bermanfaat.

Tulisan ini terinspirasi dari kitab mungil yang ditulis oleh Khalid Al Husainan, dengan judul Aktsar min 1000 Da’wah fil Yaum wal Lailah.
Written in the afternoon, after Zhuhur, on 2th Dzulqo’dah 1431 H in Riyadh, King Saud University, KSA
By: Muhammad Abduh Tuasikal
www.rumaysho.com

Jumat, 08 Oktober 2010

Lagi: Inspirasi Pergaulan Ikhwan dan Akhwat (muhasabah diri)

 Muhasabah diri, dan bahan introspeksi diri, saya ambil di situs :
http://maulsyahidah.wordpress.com/2010/06/09/lagi-inspirasi-pergaulan-ikhwan-dan-akhwat-1/#comment-137


Jika Kau Tak Ingin Patah Hati,
Jika Kau Ingin Cinta Sejati,
Pastikan Kau Selalu Bersama Ridho Illahi,,,,
Inilah kesimpulan saya setelah membaca tuntas buku Laa Tahzan for Broken Hearted Muslimah, sebuah buku yang merupakan kompilasi apik berisi tentang pengalaman muslimah dari penjuru nusantara tentang kisah patah hatinya terhadap makhluk bernama laki-laki dan hikmah yang mereka jadikan pijakan hidup untuk meraih cinta Allah yang pasti. Kompilernya (maksudnya,,yang mengkompilasi), siapa lagi kalo bukan mbak Asma Nadia.
Hampir sama dengan buku Catatan HAti Seorang Istri, pengamalaman-pengalaman unik ini menghadirkan keterkejutan-keterkejutan sendiri bagi saya yang membaca. Menghadirkan beribu makna muhasabah dan semakin mengasah sensitivitas terhadap fenomena sosial yang mulai banyak berkembang.
Buku ini mejadi menarik untuk dikaji fenomena sosialnya, mengingat pengalaman yang ditulis oleh para muslimah ini beragam. Mulai dari muslimah yang mencoba untuk bertahan pada jalan lurusnya, muslimah yang menemukan hdayahnya melalui kisahnya, hingga pengalaman muslimah yang notabene sudah ada cap sosial “akhwat aktivis”. Terakhir ini yang bikin saya tergelitik untuk menulis catatan ini.
Tulisan ini saya berikan khusus kepada diri saya sendiri dan juga kepada teman-teman muslimah dimanapun antuna berada. Tapi tidak menutup kemungkina bagi para ikhwan (saudara laki-laki) utuk membacanya sebagai referensi tambahan ketika beriteraksi dengan makhluk bernama akhwat

Semuanya Bermula dari Interaksi
Sebagai manusia umumnya, interaksi adalah sarana untuk mencapai kebutuhan yang kita inginkan. Kita pengen pinjem sesuatu,,berinteraksi dg orang yang punya barang yang dimaksud, kita mau beli sesuatu, interaksi dengan penjual yang bersangkutan.
Interaksi, tak akan pernah bisa dihindari. Apalagi sistem organisasi yang menjadikan kita cukup intens untuk berinteraksi dengan makhluk bernama laki-laki-sebut saja ikhwan-biar singkat. Adab pergaulan ikhwan akhwat harus jadi pathokan.
Jujur, hal ini gampang-susah-gampang. Secara tidak sadar, komunikasi yang awalnya sebaga partner kerja, berubah menjadi komunukasi sosial. Sangat susah untuk bisa mengatur hal ini dalam waktu yang sama. Apalagi, kalau punya cerita masa SMA bareng alias konco cilik. Bisa dipastikan, walaupun dalam kerja, bahasa komunikasi yang digunakan adalah bahasa konco dhewe. Nggak masalah sebenarnya, sepanjang dalam koridor yang penting dan orientasi kerjaan.
Tapi, biasanya komunikasi sosial yang tidak sehat akan berlanjut kepada hal-hal yang tidak penting untuk dikomunikasikan. Misal..(kalau ada yang merasa pernah seperti contoh-contoh dibawah ini, anggap saja sedang bagi-bagi ilmu ^^’ semoga pahalanya juga buat antum)
Tiba-tiba pukul 23.00 tahun 2004
“Wah,ane lagi di Goa ……. Nih, lagi bareng sama anak-anak pramuka nyusurin goa. Subhanallah,,….bla..bla..bla…”
Aneh…ngapain juga malam2 gini sms ginian, gak penting kirain apa. Waktu itu, saya coba sms tanggapan sekali, sebagai tanda menghormati. Tapi kayaknya salah deh,,,truss ms lagi, lupa apa isinya, intine masih bahas hal yang sama,,mengin-mengini untuk berada di sana. Waktu itu ada temen akhwat juga di sebelah saya. Akhirnya qt balas dg cut,soale kalo dinikmatin emang enak. Apalagi Cuma sms an berdua. Hiiiyy..
“Woi,,sms gak penting. So what gitu loh….Udah hampir tengan malam pula” (heheh,,,galak pisan)
Dan akhirnya,,,si ikhwan sadar:
“Afwan…”
Sms pun berakhir…..fiiiuuuhhh…..
Pernah juga sekian lama tak bertemu dan bertegur sapa dengan seorang teman. Ketemu di walimahan temen yang juauh di Jawa timur sono. Pas ketemu di tempat walimahpun hanya tegur sapa ala kadarnya. Pas saya di bus perjalanan pulang,,,,,ada sms masuk (tidak seperti aslinya, sudah saya translate dalam bahasa Indonesia, dan tidak setekstual aslinya. Tapi artinya sama)
“Assalaamu’alaikum. Dah nyampe mana, nih? Naik apa? Tadi pas makan taklihat nambah berkali-kali. Awas lho, nambah ****”
Walopun hati saya langsung berteriak: “ra penting!!!!”, tapi lagi-lagi akhwat ya,,merasa gak enak dan berusaha untuk meghormati dulu. Saya balas dg balasan ala kadarnya dan sedikit membalas gurauannya. Eeehh,,,ternyata malah lanjut. Akhirnya setelah sms ketiga,,saya cut (lupa bahsane, intine aluusss,,banget):
“Afwan pak, hanya mengingatkan, ketoke wet mau sms ra penting deh. Saya udah mulai gak nyaman, nih. Afwan ya…”
Dan Alhamdulillah,,,,
“Iya, afwan. Jazakillah sudah diingatkan.”
Duuhhh,,,sambil nulis ini,,,saya *dleweran tangis*. Ini hanyalah sebagian kecil yang saya cut. Selebihnya,,lebih banyak sms yang tidak saya cut, bahkan mungkin saya nikmati. Astaghfirullaahal’adzim….T.T Maafkan hamba, yaa RAbb…..
Semoga contoh-contoh ini bs jadi contoh real yang dipahami. Bahwa sering kita terpelosok di interaksi yang berlebihan. Bahkan mungkin akhirnya sampai-sampai,,,teman-teman di sekitar kita menganggap kita tahu segala hal tentang salah seorang ikhwan. Dia lagi di mana, kerja di mana, sehat apa sakit, bagaimana aktivitas da’wahnya, kapan pulang..dsb. Dan kalau kita ternyata tahu semua jawaban pertanyaan itu,,,astaghfirullaaha’adzim…… (cry)
Saya pernah menyampaikan contoh-contoh ini sewaktu mengisi kajian bertema “Cinta” di Saturday Sonten-nya Sm@rt Syuhada. Ternyata,,banyak memang, baik ikhwan maupun akhwat yang tidak sadar bahwa komunikasi semacam iu sudah di luar batas normalnya interaksi ikhwan da akhwat.
Mari saling mengingatkan…..

Ingatlah Bahwa Akhwat juga Manusia
Sehebat apapun akhwat, segalak apapun dalam kerja organisasi, tetap saja dia dibuat dari tulang rusuk laki-laki. Tetap saja hatinya lembut selembut kapas. Kena air aja dikit, mimpes..wkwk..wat..akhwat maap ye. Sadarlah bahwa ada fitroh yang seperti itu (menasihati diri sendiri..T_T). Pun sampai ketika ikhwan-ikhwan sudah tidak menganggapmu sebagai akhwat lagi dan menganggapmu sebagai ikhwan berwujud akhwat (doohh,,,jadi menohok diri sendiri.teganya, mereka berkata begitu padaku). Tetap saja, Allah menganugerahi segala hal tentang perempua, padamu, Akhwat.
Ikhwan yang berinteraksi dengan akhwat macam begini (emangnye barang?), juga jangan adhem ayem. Mentang2 iso dijak taekwondo n pecicilan, njuk tidak memperhatikan aspek ini. Seenaknya interaksi dengan hal-hal yang gak penting. Kalau gayung bersambut piye jal? (puas?). Tetap kembali, bahwa akhwat tetap akhwat, apa pun tampilannya :D
Misalnya nih, bagi ikhwan, sekedar mengirim sms:
“Assalaamu’alaikum, ukht. Gimana kabarnya? Katanya besok ada reunian ya? Bla..bla,,,bla,,,”
Sepengetahuan saya, biasane tuh ikhwan cuma ngarah mudahnya aja. Biasanya tanya yang begituan ke sesama ikhwan, balasnya lamaaaaaaaa,,,bgt. Atau mungkin gak dibalas sama sekali (ini beberapa alasan yang muncul ketika saya tanya, kenapa tanyanya ke akhwat,padahal ikhwan yang lain banyak).
Mari kita lihat dari sisi akhwat. Kalau sisi kuatnya lagi normal, sms ini akan menjadi biasa saja, dijawab dengan mudah juga, padat,singkat, dan jelas.
“Alhamdulillah baik. Ya, Insya Allah ada, tanggal 30 Juni 2010 di gedung XYZ.”
Tapi siapa yang tahu hati? Kapan dan di mana sedang lemah? Kalau sedang gak normal alias mellownya keluar,,,,sms singkat itu bisa diartikan macam-macam.
Waah,,,tanya kabarku. Waah,tanyanya ke aku, bukan yang lain,,waaahh,,jadi penasaran kabarnya skarang gimana ya? Dan akhirnya…mengalirlah sms mungkin sampe dari pagi mpe maghrib gak berhenti sms an. Dan muncullah noda itu. Harapan yang aneh-aneh gara-gara ke Ge-eR an. Duh akhwaaatt,,,,,( di sisi lain, si ikhwan hanya menganggap sms biasa aja,,tanpa tendensi apapun) :D
Pernah ada kejadian yang bikin geli dan juga gemes setengah mati (kayaknya lebay deh). Ada akhwat yang punya teman ikhwan selama 7 tahun masih aja 1 organisasi. Akhwat ini mengenal ikhwan tersebut sebagai orang yang baik kepada siapapun. Tanpa tendensi pas berbuat baik ni. Suatu saat, si akhwat ni wisuda. Dan memang, akhwat ni tidak mengundang siapapun dalam wisudanya kecuali makan-makan ba’da acara wisuda di kampus, dan speial hanya untuk teman-teman akhwat dalam lingkarannya (heheh). Tak seorangpun tahu kecuali yang diundang.
Kejadian yg bikin gemes ada disini. Ketika acara wisuda hampir selesai, ada telpon. Kirain si akhwat, dari keluarga yang udah nunggu. Ternyata si ikhwan baik ini yang telp. Tanya udah selesai belum acaranya, trus bilang kalau dia lagi ada di tempat wisuda. Detik pertama si akhwat ni kaget bukan main, masalahnya si ikhwan ni lagi KKN dan berada > 20 km dari tempat wisuda. Dengan cepat si akhwat menetralisir keadaan (hati).
“Ingat,,orangnya memang baik dan super polos dalam hal beginian. Stay cool…”
Di seberang sana, si ikhwan bilang kalau kebetulan temennya lagi wisuda dan inget hari ini si akhwat juga wisuda.
“Jangan ge-er ya” kata si ikhwan mencoba menjelaskan
“Enak aja ge-er. Diharepin datang juga enggak…Sorry ye” kata si akhwat agak nyolot, soalnya kesel abis. Gak tahu apa dia,,,,kalau yg ditelp ni akhwat. Bisa kolaps setiap saat.
Dan akhwat itu pun kembali khusyuk mendengarkan satu per satu nama wisudawan-wisudawati dipanggil hingga sms berdering:
“ntar keluarnya lewat mana” dari si ikhwan.
Si akhwat mulai gemes. Katanya, ada temen yg wisuda. Kok tetep aja nyariin. Si akhwat tetep mencoba stay cool dan membalas ra jelas ketika acara sudah bubar.
“Kayaknya si lewat timur, tapi liat-liat situasi soalnya crowded bgt” sambil komat-kamit semoga nggak ketemu,,nggak ketemu,,,plus nutup2i muka sambil nunduk-nunduk biar gak ketahuan (kok jadi serasa kayak maling aja, ni akhwat). Ada sms lagi.
“Habis turun mau ke sebelah mana?”
Hwedew,,,si akhwat tambah stress. Kendali hati siaga satu. Apa kata dunia kalau nanti pas ketemu, ada keluarga si akhwat dan cuma ada temen seorang ikhwan thil yang dateng. Bisa jadi gossip keluarga besar dan makanan empuk keluarga. Dan singkat cerita, si akhwat ni kayak maling yang dikejar-kejar satpam. Mencoba untuk bersembunyi di tengah padatnya orang-orang. Foto-foto pun jadi acara yang singkat mengingat sms bertanya “di mana sekarang?” masih juga datang. Hampir tercekik si akhwat ni menahan agar logika tetap pada jalannya dan tidak kolaps dengan kejadian hari itu. Dan akhwatpun berlari mengajak keluarganya menuju tempat makan yang sudah disepakati bersama teman akhwat satu lingkarannya. Sesi wisuda yang aneh…
Sampai di mobil, si akhwat lega. Gak ada ketemu. Gak ada kejadian yang semakin sulit untuk mengendalikan logika berjalan tetap pada tempatnya.
Dalam mobil, kekhawatiran dan dag dig dug ya si akhwat berubah menjadi kemarahan yang hampir meledakkan gunung-gunung (haha,lebay..). Tanpa menunggu lama, kemarahannya diledakkan dalam bentuk sms puannnjang untuk si ikhwan. Intinya, bahwa apa yang dilakukannya hari ini bisa bikin akhwat kolaps sekali tebas, terutama pada akhwat-akhwat yang berhati lembut. Susah payah untuk menjaga logika tetap jalan dan juga kekhawatiran fitnah yg muncul dari keluarga dan yang terpenting fitnah hati.  Dengan polosnya, sms jawabannya;
“ya afwan, ukht. Gak sengaja..bla..bla..bla…”
Si akhwat cuma dongkol setengah mati. Dasar orang baik! (hanya itu umpatannya….wkwkwk…)
Nah, akhwat, kalo kondisi tersebut menimpa kita?? ?
Benar-benar, seringkali ikhwan melakukan sesuatu tanpa tendensi. Sedangkan perasaan akhwat yang sensitive akan sangat mudah teraktivasi bahkan oleh sesuatu yang tanpa tendensi apapun. So, becareful, gals!
Bermain Api
Ini malah bermain api. Duhhh…jangan deh…..
Tema ini jadi muncul disebabkan ada ikhwan yang protes di diskusi plurk, bahwa akhwat dinilai sering main api duluan. Oh ya??
Sepanjang pengamatan saya, ya begitulah. Akhwat malah mungkin lebih agresif, apalagi kalau sudah punya rasa. Nah lho,,yang gak punya rasa aja disentil dikit bisa jadi berabe, apalagi yang model begini? Hwedewwww……
Mungkin ada akhwat yang manyun baca tulisan ini dan menolak mentah-mentah. Silakan,,mungkin antum termasuk orang yang lurus. Bersyukurlah,,,tiap kita mendambakan demikian. Bagi yang manyun karena pernah menjadi salah satu bagiannya, mari kita beristighfar. Semoga Allah melindungi kita dari tiap jerata syetan dan melindungi kita agar tidak menjadi sarana syetan menggoda hamba Allah.
Hanya dengan kejujuran yang dalam kita bisa menjawab tanya: apakah kita pernah bermain api. Dan sungguh, Allah Maha Penerima Taubat.
Salut untuk ikhwan-ikhwan yang berani berkata tidak ataupun tidak menjawab sms akhwat yang sedang “usil”. Memang perlu usaha dari kedua belah pihak untuk menghentikan ini. Karena tulisan ini dikhususkan untuk akhwat, maka pada akhwatlah kewajiban pertama untuk nge-cut interaksi yang berlebihan saya serukan. Sudah fitrahnya, wanita adalah godaan terbesar untuk laki-laki. Tapi, bukan karena alasan ini utamanya.
Hati kita lebih berharga untuk dijaga kesuciannya. Stop overload interaksi. Selalu berusaha untuk mematuhi adab-adabnya dan menjaga hijabnya.
Allaahu a’lam bishawab.
Thanks to temen-temen yang sudah saya “paksa” untuk menceritakan kembali kisahnya. Dan jazakumullah khairan katsir atas izinnya untuk men-share. Semoga jika ada kebaikan, kebaikanya datang ke antum juga.Kalau ada keburukan, semata-mata itu kekurangan penulisnya ^_^’
Kebumen, 9 Juni 2010 pukul 14.15
Astaghfirullaahal’adzim….. (tears…tears….T_T)



Kamis, 07 Oktober 2010

sms yang tidak dibalas, hmmmm

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

       Ya, hari ini saya, ingin cerita aja, heran benar sama satu orang ini, kalo sy sms kok g pernah bales ya, seingat saya dari sms informasi, sms klarifikasi, sms tanya dalam beberapa minggu terakhir ini g dibales juga. ada banyak kemungkinan siy, kalo g bales sms, salah satunya pulsa habis, ato emang orangnya sibuk sekali, orangnya emang cuek, atau sms saya dinilai kagak penting.
      Tapi sebaiknya siy, ketika kita udah disms seseorang lebih dari 2 kali , ya dibalas, mungkin sebagai rasa penghargaan saja, tapi emang tipe orang beda-beda siy. Saya sendiri kalo dsms orang lain baik itu sms kagak penting- penting sekali, Insya Allah, saya tanggapi dengan baik, karena saya berusaha menghargai orang tersebut. Apalagi kita sebagai muslim bersaudara.
       Dan hari ini, sy memutuskan untuk menutup akun fb untuk sementara, untuk muhasabah dan menulis sebuah ide baru semoga bermanfaat, Insya Allah...dan hari ini dukung Indonesia mengalahkan Uruguay, he.h.e..

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

diselesaikan pukul 13.53, 8 oktober 2010, di karanganyar

FWH

Rabu, 06 Oktober 2010

Hope the best (copas dari saudaraku hidayat panuntun,S.T. he..he...) and it's my hope

Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku...

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakaan "Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna".

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Engkau tentukan.

Senin, 04 Oktober 2010

cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yg sholeh & cobaan bagi ahli ibadah (Raudhah alMuhibbin wa Nuzhaah alMusytaqien)

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Ya, judul di atas menarik, bagi saya, mungkin juga sedang saya alami jg, ya , alhamdulillah, sekarang saya sedang membaca buku karya ibnul qayyim al jauziyah dengan judul "taman-taman orang jatuh cinta dan memendam rindu", subhanallah, buku ini bagus sekali bagi yang sedang jatuh cinta. Saya masih dalam proses membacanya, tapi satu hal, intinya cinta itu jadi ujian bagi kita  ketika emang belum saatnya.

Kadang, saya berpikir apa tindakan yang tepat ketika kita udah kagum (menjurus ada rasa cinta) dengan orang lain??satu hal mungkin, perbaiki diri sendiri dulu, dan berusaha bersabar karena takdir Allah yang terbaik

Sempat, kemarin, pas chat dan diskusi dengan teman, "siapa cepat dia dapat feb, kalo zaman sekarang",kata temanku siy begitu. tapi sy berpikir emang bersabar adalah cara terbaik,kalo jodoh pasti g kemana. Lebih baik kita berharap hanya ingin mendapat cinta dari Allah semata, Ya Allah berilah hamba-Mu kesabaran untuk tetap istiqomah, dan bisa mendapat yang terbaik Insya Allah.

kalo udah siap, pasti saya jemput di waktu yang tepat , he..he., tapi semua adalah takdir Allah, tetap bersabar, tersenyum dan optimis untuk tetap istiqomah, bismillah......

wah, maaf2 kok ceritanya lagi mellow gini, ha..ha..intinya introspeksi

Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

diselesaikan di karanganyar 5 okt 2010 pukul 13.11
FWH

Minggu, 03 Oktober 2010

cerita hari ini


Assalamu'alaikum teman2

ya, hari ini , saya cuma ingin nulis apa yang ada di pikiran saya niy, he..he.., hari ini ada clash of titans antara chelsea-arsenal dan juve-inter. Ya, ini mungkin menjadi awal pembuktian bagi konsistensi juve dan arsenal jika ingin juara musim ini. Lanjut 2 hari ini sy home alone, coz ortu dan adik pergi ke purworejo jenguk nenek, semoga beliau cepat sembuh,amin.
Hari ini, 3 oktober, ternyata ada kabar mengejutkan dan bahagia, anak tekim yang duduk di sebelah saya pas wisuda kemarin (sy urutan 160, dia 159) udah menikah, subhanallah cepat sekali, sy tidak mengira.
Ada lagi, kemarin ada satu badan Negara yang merilis CPNS tapi anehnya badan Negara itu tidak merekrut teman2 yg identik dengan badan Negara itu. Ya sedikir ironi, siy, BPN saja bisa merekrut 20-an orang geodesi geografi setiap tahun. PLN apalagi hampir merekrut ribuan anak elektro. Tapi badan Negara ini malah tidak merekrut, ya mungkin belum dibutuhkan, tapi harusnya tetap ada perekrutan siy dari jurusan yang identik dengan badan itu. Apa harus menunggu PLTN dibangun (ups, kata kunci udh dibuka). Saya berharap siy PLTN di indonesia bisa direalisasikan sehingga teman2 yang spesifik jurusan itu bisa menerapkan ilmu mereka di situ.
Semoga PLTN bisa terwujud di msa depan, sy juga ingin berpartisipasi, kalo Allah mengizinkan, karena PLTN bisa menjadi solutif untuk pemenuhan kebutuhan listrik nasional, he.h.e.beginilah curcol saya, sekian dan terima kasih
Wa’alaikumsalam
FWH, S.T.
Karanganyar, 3 okt 2010 pukul 17.01

Jumat, 01 Oktober 2010

harapan dan mimpi......

Alhamdulillah, 2 oktober ini, kakak saya lolos tes terakhir menuju wawancara, sebuah harapan untuk keluarga saya. tapi tadi malam, habis sholat malam, ternyata saya memimpikannya(bukan kakakq, tapi seseorang). Ya Allah, tunjukilah saya jalan yang lurus. kenapa kadang sy masih berpikir ttg itu padahal, sy udah berusaha melupakannya. Wallahu a'lam, mungkin kalo ada keajaiban, sebelum sy berangkat kerja bisa ketemu, he...he.. meski itu mimpi ya, ......semangat, les mobilku udah sampai karangpadnan, mojogedang, dan jumnatono, alhamdulilah sy masih harus belajar lagi, semoga bisa lancar, amin, Insya Allah