Entri Populer

Kamis, 31 Januari 2013

Muhammad Arifin Badri
Ketika kepala anda pusing seakan berputar
tujuh keliling.
Ketika badan anda terasa sakit, seakan
ditusuk tusuk duri.
Di saat anda berhadapan dng masalah dlm
rumah tangga.
Sewaktu anda menghadapi kesulitan dlm
pekerjaan.
Apakah hal pertama yg anda lakukan?
Mencai obat, Pergi ke dokter, konsultan,
saudara untuk berkeluh kesah, atau segera
menengadahkan kedua tangan anda
memohon kepada Allah?
Sejatinya manakah sumber solusi yg
senantiasa anda prioritaskan? Obat atau
Allah? Konsultan atau Allah? Saudara atau
Allah?
Namun mengapa betapa seringnya Allah
menjadi tempat pengaduan terakhir anda?
Simaklah janji Allah berikut:
َﻝﺎَﻗَﻭ ُﻢُﻜُّﺑَﺭ ﻲِﻧﻮُﻋْﺩﺍ ْﺐِﺠَﺘْﺳَﺃ ْﻢُﻜَﻟ َّﻥِﺇ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ َﻥﻭُﺮِﺒْﻜَﺘْﺴَﻳ ْﻦَﻋ
ﻲِﺗَﺩﺎَﺒِﻋ َﻥﻮُﻠُﺧْﺪَﻴَﺳ َﻢَّﻨَﻬَﺟ َﻦﻳِﺮِﺧﺍَﺩ
Dan Tuhan kalian berfirman: berdoalah
kepada-Ku, niscaya Aku mengabulkan
permintaanmu. sejatinya orang2 yg merasa
enggan untuk beribadah( berdoa) kepada-Ku
niscaya akan masuk neraka dalam kondisi
terhinakan. (Ghafir 60)
Selama ini solusi doa baru menjadi solusi "
COBA COBA, SIAPA TAHU, BARANGKALI,
DARI PADA TIDAK, ......)
Ya Allah limpahkanlah keimanan kpd kami
semua.

Senin, 28 Januari 2013

Menikah Karena Allah

Menikah Karena Allah
Pemuda itu menangis tersedu-sedu di
samping mihrab mesjid. Mushaf ia dekap
erat-kuat ke dadanya. Sesekali ia me-lap air
mata yang meleleh. Ia merasa begitu rapuh
dan lemah. Begitu tak berdaya menghadapi
seorang wanita. Ia telah tergila-gila pada
wanita itu. Senyuman wanita itu bagai
purnama di gelap gulita malam. Suara
wanita itu laksana nyanyian bidadari yang
merasuk ke pori-pori jiwanya.
Ia menangisi dirinya yang tak lagi bisa
merasakan nikmatnya berzikir. Menangisi
hatinya yang tak lagi bisa khusyuk dalam
shalat. Menangisi pikirannya yang selalu
membawanya terbang ke wanita itu. Oh,
sungguh hebat deritanya. Dulu ia begitu
kokoh dan teguh. Orang-orang
menganggapnya seorang laki-laki yang
punya prinsip dan berkarakter. Apalagi saat
orang-orang tahu dia begitu mampu
menjaga hubungan dengan wanita,
popularitas keshalehannnya semakin dikenal
dan menjadi buah bibir.
Itu dulu, namun kini ia begitu tak berdaya
dan rapuh. Wanita itu betul-betul telah
membuatnya terpikat. Seorang wanita yang
dalam pandangannya begitu anggun dan
sempurna. Cantik, manis, cerdas, hafal al-
Qur`an, sopan dan lembut dan lain-lainya.
Seorang wanita yang menurutnya layak
dijadikan pasangan hidup menuju sorga.
Seorang wanita yang semua kriteria calon
istri dambaan ia temukan pada dirinya.
Hampir tiap malam ia menangis. Jika dulu, ia
menangis di kegelapan malam karena
dimabuk rindu pada Sang Pencipta, kini ia
menangis karena dimabuk rindu pada
makhluk-Nya. Apakah Allah tengah menguji
dirinya. Apakah Allah tengah menguji
kejujuran cintanya. Ataukah memang sudah
waktunya ia menikah.
Ia teringat dengan pesan-pesan Ustadznya
sebelum berangkat ke Mesir dulu, pesan-
pesan yang masih terekam kuat dalam
memorinya.
"Anakku, ketahuilah dalam perjalanmu
menuntut ilmu nanti, kamu akan diuji
dengan banyak hal, dengan kesusahan
hidup, kesulitan biaya, lingkungan, kawan-
kawan, dan lainnya. Teguhkan selalu niat di
hatimu dan mintalah pertolongan pada
Allah setiap waktu. Dan ingatlah, ujian
terberat yang akan kamu hadapi nanti
adalah wanita, maka berhati-hatilah
menghadapi wanita. Jangan pernah
mengikuti ajakan nafsu yang menyesatkan."
"Anakku, berpacaran yang saat ini banyak
digandrungi anak-anak muda adalah sikap
laki-laki bermental kerupuk dan pecundang
dan tipe wanita yang tak punya harga diri,
menjalin hubungan secara syar`i dan
menikahi dengan cara-cara yang baik, itulah
akhlak seorang laki-laki yang didamba dan
sikap seorang wanita calon penghuni sorga.
Bila godaan itu terasa berat bagimu,
berpuasa tak sanggup mengobatimu, maka
menikahlah, insya Allah itu lebih berkah dan
mengantarkan pada kebaikan."
"Anakku, jika kamu mengira berpacaran itu
adalah jalan menuju pernikahan, maka
engkau telah tertipu oleh nafsumu. Engkau
telah termakan bujuk rayu setan durjana.
Apakah engkau mau memetik buah dari
pohon sebelum waktunya? Apakah engkau
mau membeli barang yang telah usang dan
pernah dipakai orang?"
"Anakku, janganlah engkau mengira,
pacaran yang Ustadz maksud bertemu dan
jalan berdua-duan semata, tapi jagalah
matamu, pendengaranmu, hatimu dan
pikiranmu. Janganlah menjadi pemuda yang
lemah. Ingatlah, engkau adalah pemimpin,
jangan biarkan hawa nafsu yang
memimpinmu."
"Jika suatu saat nanti, dorongan untuk
menikah begitu kuat dan menyesak di
dadamu, engkau merasa telah siap, namun
orang tua belum merestui dan ada jalan lain
yang menghambat. Ustadz sarankan,
bersabarlah, bersabarlah, dan bersabarlah.
Sembari terus mencoba dan berdoa tiada
henti pada Allah. Sesungguhnya Allah
bersama orang-orang yang sabar. Dan
ketahuilah, orang-orang yang sabar akan
mendapatkan pahala yang berlipat, dan
orang-orang sabar akan memetik mutiara
iman yang begitu banyak dalam
kesabarannya itu. Dan yakinlah
sesungguhnya bersama satu kesulitan ada
banyak kemudahan."
"Anakku, jangalah engkau tergoda oleh
nafsumu, janganlah engkau tertipu dengan
bisikan musuhmu, setan durjana. Mungkin
Allah tengah mengujimu, dan menyiapkan
untukmu hadiah yang indah. Maka selalulah
berbaik sangka pada Allah."
Nasehat-nasehat berharga itu begitu
mampu menjadi penawar bagi hatinya yang
gelisah. Tapi, itu hanya bertahan sebentar,
ledakan perasaannya pada wanita itu
ternyata lebih dahsyat dan meluap-luap.
Pesan-pesan itu hanya bertahan sesaat, lalu
ketika desakan perasaan itu kembali
merasuki jiwa, ia menjadi begitu rapuh dan
lemah.
Sampai pada akhirnya ia menelpon
Ustadznya di Indonesia. Ia menceritakan
kegelisahan hatinya, keresahan jiwa, dan
gejolak rasa yang selalu menyesak di
dadanya. Ustadznya berpesan kembali,
"Anakku, Ustadz bisa memahami
keadaanmu, barangkali sudah waktunya
bagimu untuk menggenapkan setengah
agamamu. Ustadz sarankan lakukanlah
shalat istikharah, jika engkau menemukan
ada tanda-tanda ke arah sana, maka
lakukanlah shalat hajat sebanyak-banyaknya,
insya Allah, mudah-mudahan dengan cara
demikian Allah membuka jalan untukmu.
Mintalah pada Allah dengan air mata penuh
harap, menangislah sejadi-jadinya di
hadapan Allah. Yakinlah, Allah tidak akan
menyia-nyiakan hamba-Nya."
Satu tahun kemudian, sesudah kesabaran
yang panjang, setelah menyelesaikan
hafalan al-Qur`annya, ia pun
menggenapkan setengah agamanya di
penghujung bulan Juni 2010. Ia sangat
bahagia. Kebahagiaan yang tak bisa
dilukiskan dengan kata-kata. Ia telah
menikah dengan wanita dambaannya,
seorang wanita sorga yang Allah hadirkan ke
bumi untuknya. Allah telah memilihkan
untuknya seorang pendamping hidup yang
mecintai Allah dan dirinya dengan sepenuh
jiwa dan raga.
Tak sia-sia selama ini ia menjaga dirinya dari
tergelincir pada perbuatan yang haram. Ia
sampaikan kerinduannya terhadap wanita
itu pada Allah setiap malam, ia titipkan
penjagaan untuk wanita itu pada Allah
setiap saat. Ia hantarkan doa-doa penuh
ketulusan untuk kebaikan dan keselamatan
wanita itu selama ini. Dan kini, Allah
mengizinkannya untuk memetik buah
kesabarannya selama ini. Sesungguhnya
Allah tidak menyia-nyiakan hamba yang
berserah diri pada-Nya.

Jumat, 25 Januari 2013

Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan,
“Bagi orang yang sedang jatuh cinta, tiada
kenikmatan bagi hatinya yang melebihi
nikmatnya mendengarkan perkataan orang
yang dicintainya. Oleh karena itu bagi
mereka yang mencintai Allah, tiada
kenikmatan melebihi nikmatnya
mendengarkan al Quran”
dari akun twitter @ahmadjelin -Dr Ahmad
bin Hamd Jailani

Rabu, 23 Januari 2013

As-Sunnah
DIMUDAHKAN JODOH
Tanya :
Bagaimana caranya agar diberi kesabaran
dan dimudahkan jodohnya, saya selalu
berdoa mohon dimudahkan jodoh, berusaha
sedekah, dan berusaha berbakti kepada
orang tua, adakah doa-doa yang harus saya
panjatkan dan sikap-sikap yang harus saya
perbaiki? Dan agar selalu berpikiran positif
kepada Allah.
Jawab :
Perlu diingat bahwa keadaan setiap mukmin
itu adalah baik, selama dia bisa menyikapi
keadaan tersebut dengan benar. Ketika dia
mendapatkan kelapangan dia bersyukur dan
ketika dia ditimpa kesempitan, musibah,
kegundahan dan lain sebagainya, dia
bersabar. Apabila dia bisa seperti ini, maka
apa pun keadaannya dia berada di dalam
kebaikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda :
ًﺎﺒَﺠَﻋ ِﺮْﻣﻷ ِﻦﻣﺆُﻤﻟﺍ َّﻥﺇ ُﻩَﺮْﻣﺃ ُﻪَّﻠُﻛ ُﻪَﻟ ٌﺮﻴﺧ َﺲﻴَﻟﻭ َﻚِﻟﺫ ٍﺪَﺣَﻷ َّﻻﺇ
ﻦِﻣْﺆُﻤﻠﻟ : ْﻥﺇ ُﻪْﺘَﺑﺎَﺻَﺃ ُﺀﺍَّﺮَﺳ َﺮَﻜَﺷ َﻥﺎﻜَﻓ ًﺍﺮﻴَﺧ ُﻪَﻟ ، ُﻪْﺘَﺑﺎَﺻﺃ ْﻥﺇﻭ
ُﺀﺍَﺮﺿ َﺮَﺒَﺻ َﻥﺎﻜَﻓ ًﺍﺮْﻴَﺧ ُﻪَﻟ
“Perkaranya seorang mukmin itu sangat
menakjubkan. Semua perkaranya adalah
kebaikan untuknya, dan ini tidak terdapat
pada siapapun kecuali pada seorang
mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan
dan kelapangan dia bersyukur, maka ini
adalah kebaikan baginya. Jika dia ditimpa
kesempitan dan musibah, dia bersabar maka
ini adalah kebaikan baginya.” (HR. Muslim).
Ketika seorang berusaha untuk
mengamalkan hadits ini, insya Allah dia
akan selalu berlapang dada dengan
keadaannya.
Dan boleh baginya untuk berdoa kepada
Allah untuk dimudahkan jodohnya,
rezekinya dan mendapatkan pasangan yang
sholih. Wallahu a’lam.
(Ustadz Ayyub)

Pernahkah anda memandangi lawan jenis yg
benar2 memikat hati anda?
Hayo jujur sajaaaaa?
Mungkin anda begitu terpikat dengan
wajahnya yg cantik jelita atau mungkin juga
tampan Rupawan.
Namun sadarkah anda bahwa sejatinya saat
itu anda sedang menyiksa diri sendiri. Hati
anda berhasrat, pikiran anda terpesona,
namun tubuh anda terbelenggu tdk dapat
menuruti hasarat anda.
Karena itu Allah Maha Sayang pada anda,
sehingga tdk rela bila anda tersiksa dng
pandangan haram. Inilah salah satu hikmah
mengapa anda diperintahkan untuk
menundukkan pandangan sebagaimana
ditegaskan pd surat an nur ayat 30-31.
Dan bila anda telah mencintai seseorang,
maka islam memberikan jalan yg halalyaitu
pernikahan.
Karena itu, nabi menyatakan:
ﻢﻟ ﺮﻧ ﻦﻴﺑﺎﺤﺘﻤﻠﻟ ﻞﺜﻣ ﺡﺎﻜﻨﻟﺍ
Tiada kiat/ hubungan paling bermanfaat
bagi dua insan yg saling mencintai selain
pernikahan. Riwayat ibnu majah.
Semoga anda semua dimudahkan
mendapatkan jodoh yg sholeh atau
sholehah.
Dan alhamdulillah ana sdh memilikinya.
Semoga antum yg bl segera nyusul. He he
Dr. MUHAMMAD ARIFIN BADRI

Senin, 21 Januari 2013

Sebuah renungan:respect wanita

banyak cara dari halal sampai haram untuk mencintai wanita | dan cara paling mulia mencintai wanita itu menikahinya karena Allah

banyak cara dari halus hingga kejam untuk menyakiti wanita | dan cara yang paling sadis adalah mencintai tanpa menikahinya

pernikahan karena Allah | tanpa harta jadi cerita, banyak harta alasan tertawa | senang duka tipis beda karena iman bisa terjaga

pernikahan karena syahwat | berduit sulit, kurang duit sakit | berpisah khianat, bersama saling melaknat
yang dicari lelaki bukan wanita gaul |
tapi wanita yang santun pekerti, elok perangai, dan anggun hati | calon ibu bukan hanya istri

yang dicari wanita bukan lelaki kaya | tapi akal pandai, iman tinggi, berbudi ranggi | mengayomi dan mengerti bukan hanya mendampingi

perlu digarisbawahi bahwa MAPAN | itu adalah keadaan SETELAH NIKAH

Minggu, 20 Januari 2013

New Spirit - 21-1-2013

"Memang ada terlambat mengerti, tetapi tidak pernah ada kata terlambat untuk mengerti sesuatu ujian dan kejadian"

"the falling leaf doesn't hate the wind, karena itu Sunatullah"

 Keep calm,do the best, pray hard, work hard, and Allah will give the best.